Tabib terbaik di dataran China

Alkisah zaman ke kaisaran China ada seorang tabib ternama yang terkenal karena keahliannya menyembuhkan segala macam penyakit dan belum pernah gagal menyembuhkan pasien-pasiennya. Sampai akhirnya berita tersebut terdengar oleh Sang Kaisar yang kemudian memerintahkan penasehatnya untung mengundang tabib sakti itu ke istana.

Sesampainya diistana tabib sakti itu diberi berbagai macam hadiah, tetapi pada waktu Sang Kaisar memberikan gelar kehormatan sebagai tabib terbaik di dataran China, sang tabib menolak.

Dengan heran Sang Kaisar bertanya,”Kenapa kamu menolak gelar tersebut? Segala macam penyakit dan seganas apapun penyakit itu, kamu bisa sembuhkan dan kamu tidak pernah gagal”.

“Mohon ampun yang Mulia, saya belum pantas menerima gelar tersebut karena ada yang lebih pantas dari saya”, jawab sang tabib.

Sang kaisar terperanjat, kaget bercampur penasaran siapa kiranya yang dimaksud sang tabib.

“Dia adalah adik hamba, yang Mulia”, lanjut sang tabib.

“Seberapa sakti dia sehingga menurutmu dia lebih pantas menerima gelar  ini?”, tanya Kaisar.

Jawab tabib,”Apabila hamba bisa menyembuhkan segala macam penyakit ganas, adik hamba bisa mengetahui kondisi penyakir pasien-pasiennya yang berpotensi untuk menjadi penyakit ganas, dan menyembuhkannya sebelum penyakit itu berubah menjadi ganas”.

Sang Kaisar terdiam sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dikatakan sang tabib.

Keesokan harinya Kaisar memerintahkan kembali penasehatnya untuk memanggil adik sang tabib sakti, menjamunya dengan berbagai macam hadiah, akan tetapi hal yang sama terjadi seperti sebelumnya, sang tabib menolak gelar tabib terbaik di dataran China.

Dengan  heran bercampur geram sang Kaisar bertanya,”Kakakmu mengatakan kamulah yang pantas menerima gelar tersebut karena kamu bisa menyembuhkan penyakit sebelum penyakit itu berubah menjadi ganas, apalagi yang salah dengan keputusanku ?”

“Ampun beribu ampun yang Mulia, , saya belum pantas menerima gelar tersebut karena adik saya lebih pantas dari saya”, jawab sang tabib.

Sang Kaisar benar-benar  bingung, dan tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Lanjut  tabib,”Apabila hamba bisa mengetahui kondisi penyakir pasien-pasien hamba yang berpotensi untuk menjadi penyakit ganas, dan menyembuhkannya sebelum penyakit itu berubah menjadi ganas, adik saya sanggup mengusir semua bibit-bibit penyakit sebelum bibit penyakit itu masuk kedalam tubuh dan berubah menjadi penyakit yang berpotensi menjadi penyakit ganas”.

Singkat cerita adik kedua dari tabib sakti tersebutlah yang menerima gelar sebagai tabib terbaik di dataran China.

 

(Story by Tobias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>